Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Cicilan KTA dan Biaya yang Dikenakan

cara menghitung cicilan kta dan biaya yang dikenakan

Kopipagi.id - Sebagai salah satu bentuk pinjaman, Kredit Tanpa Agunan atau KTA memiliki berbagai unggulan yang bisa dinikmati salah satunya adalah tanpa adanya jaminan yang perlu di siapkan oleh calon nasabahnya. Selain itu nilai pinjaman pun cukup tinggi bisa mencapai 200 s.d. 300 juta rupiah dan mendapatkan perlindungan asuransi.

Dengan nilai pinjaman sebesar itu, anda tentu akan berpikir berapa cicilan KTA dan cara pembayarannya, serta apakah ada biaya yang dikenakan pada pinjaman KTA.

Menghitung Cicilan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Cara menghitung cicilan KTA sangatlah mudah untuk dipraktekkan, anda hanya perlu memahami matematika dasar seperti tambah, kurang, kali, dan bagi. Untuk lebih mudahnya memahami cara menghitungnya, berikut ini simulasi penghitungannya

Pak Timon mengajukan KTA pada Bank ABCD sebesar Rp 36.000.000,00 dengan bunga KTA sebesar 12% pertahun dan pengajuannya diterima dengan jangka waktu pengembalian yang dipilih oleh Pak Timon adalah 24 bulan.

# Cicilan Pokok Per bulan = Pinjaman Pokok : Jangka waktu
                                              = Rp 36.000.000 : 24
                                              = Rp 1.500.000,00

# Bunga Pinjaman Per Bulan = Pokok Pinjaman x Bunga : 12 Bulan
                                                   = Rp 36.000.000 x 12% :12
                                                   = Rp 4.320.000 :12
                                                   = Rp 360.000

# Cicilan Tetap KTA Pak Timon setiap bulan adalah
   = Cicilan Pokok Perbulan + Bunga Pinjaman Perbulan
   = Rp 1.500.000 + Rp 360.000
   = Rp 1.860.000

Kesimpulannya adalah cicilan KTA Pak Timon setiap bulannya sebesar Rp 1.860.000,00 dimana nilai sebesar itu terdiri dari cicilan pokok pinjaman sebesar Rp 1.500.000,00 dan cicilan bunga pinjaman sebesar Rp 360.000,00.

Cara Pembayaran Cicilan KTA

Terdapat beberapa cara pembayaran baik yang konvensional maupun otomatis untuk KTA pada setiap nasabahnya dan itu semua tergantung dari pilihan yang disediakan oleh pihak Bank. Selain itu beberapa bank juga kadang menawarkan tentang besaran pembayaran cicilan, yang pertama adalah pembayaran sesuai tagihan dan bunga tetap seperti contoh diatas, atau yang kedua pembayaran yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan debitur dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

Berikut ini cara pembayaran cicilan KTA yang bisa anda pilih
  • Membayar langsung ke Teller Bank
  • Transfer antar bank via ATM
  • Menggunakan sistem Auto-Debet dari tabungan
  • Mobile banking
  • Internet Banking

Biaya Pada Saat Pengajuan KTA

Selain pembayaran cicilan yang menjadi kewajiban debitur, terdapat biaya lain yang melekat pada KTA yang harus dipenuhi. Berikut ini beberapa biaya yang harus dipenuhi oleh debitur pada saat pengajuan pinjaman KTA.
  1. Biaya Provisi : adalah biaya yang timbul akibat disetujuinya pengajuan pinjaman KTA, istilah lainnya adalah biaya balas jasa kepada pihak bank karena pengajuan pinjaman disetujui. Biaya provisi tiap bank berbeda-beda, namun pada umumnya mulai dari 1-3,5% dari total kredit. Biaya ini dikenakan pada saat awal pencairan pinjaman, sehingga pinjaman yang diterima oleh debitur tidak bulat sebagaimana besaran nilai pengajuannya. Meski begitu ada juga perbankan yang tidak mengenakan biaya provisi, namun mereka membebankan biaya administrasi yang terkadang nilainya lebih tinggi. Biaya provisi ini mirip seperti biaya administrasi namun perbedaan utamanya adalah pada waktu penerapannya.
  2. Biaya dimuka : adalah biaya yang harus dikeluarkan debitur di awal diluar cicilan. Biaya ini besarannya tergantung masing-masing perbankan, namun untuk KTA sendiri ada yang mengenakan mulai dari 1,5% dan ada juga yang mencapai 5% dari total pinjaman
  3. Biaya Materai : adalah penggunaan materai sebagai bagian dari kontrak yang tidak terpisahkan yang harus ada dan biayanya (meski tidak besar) dikenakan kepada debitur, namun ada juga perbankan yang telah menyediakan materai sehingga debitur tidak perlu lagi membeli atau membayar materai yang dipergunakan
  4. Biaya asuransi : yang dimaksud dari asuransi ini adalah sebagai langkah antisipasi perbankan kepada penerima kredit apabila kemungkinan terburuk terjadi seperti debitur meninggal dunia yang dapat mengancam kredit menjadi macet. Untuk itulah biaya asuransi dikenakan oleh perbankan sebagai bagian dari perlindungan kredit yang dicairkan
  5. Biaya Bunga : adalah biaya yang timbul akibat dari sebuah pinjaman yang besarannya (terutama untuk KTA) cukup tinggi, pada umumnya diatas 10% bahkan dapat mencapai 23% per tahun. Hal ini dikarenakan KTA sendiri tidak menggunakan agunan sebagai jaminan dari kredit sehingga apabila kredit menjadi macet, pihak perbankan tidak mengalami kerugian yang berarti. Biaya Bunga KTA sendiri bersifat flat atau tetap, artinya mulai saat anda membayar cicilan pertama sampai terakhir, biaya bunga nilainya tetap atau tidak berubah.
  6. Biaya Pinalti : adalah biaya yang dikenakan kepada debitur apabila debitur memilih untuk melunasi seluruh cicilan lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan. Besaran biaya pinlati juga cukup besar, mulai dari 5% sampai dengan 6% dari sisa tagihan yang anda miliki.