Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Pengajuan KPR dan Tahapannya

cara pengajuan kpr dan tahapannya

Pengajuan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah memang gampang-gampang susah. Gampang jika kita telah mengetahui persyaratan dan prosedur pengajuan, susah jika kita tidak tahu apalagi belum pernah mengajukan KPR. Sehingga diperlukan pemahaman tentang tahapan dan cara pengajuan KPR secara lengkap namun mudah dipahami.

Memiliki rumah idaman adalah impian setiap orang, baik mereka yang baru saja menikah atau yang telah memiliki rumah namun ingin menambah untuk masa depan anak-anak. Namun terkadang upaya untuk memiliki rumah atau properti untuk kegiatan usaha membutuhkan biaya yang sangat besar, maka pelaksana pembiayaan seperti perbankan atau lembaga keuangan mengeluarkan fasilitas pinjaman berupa KPR yang khusus digunakan untuk melakukan pembelian properti.

Bentuk properti yang bisa diajukan di KPR cukup bervariatif, mulai dari properti dalam bentuk rumah singgah, ruko, rukan atau office sharing. KPR sendiri pun memiliki banyak jenis, ada yang subsidi (program pemerintah), non subsidi, dan KPR Syariah.

Terlepas dari banyaknya jenis KPR itu sendiri, penting bagi kita untuk memahami alur dan cara pengajuan KPR sehingga akan memudahkan kita untuk memproyeksikan kemampuan finansial, memperkirakan berapa lama KPR akan diambil, jenis properti apa yang akan dibeli, serta syarat-syarat yang harus disiapkan agar pengajuan dapat di terima oleh perbankan.

Untuk itu, berikut ini tips singkat tentang cara pengajuan KPR dan syarat-syaratnya :

Tips dan Tahapan Pengajuan KPR

Tips Pengajuan KPR

Berikut ini tips yang bisa anda lakukan sebelum melangkah untuk pengajuan KPR, agar anda benar-benar memilih properti yang pas dan menjalani proses KPR yang tepat.
 

Tentukan Rumah atau Properti yang Akan dibeli

Terdapat dua cara yang bisa anda lakukan untuk menemukan rumah atau properti yang akan anda ajukan ke bank sebagai KPR, sebagai berikut :
  1. Datang ke kantor bank terdekat (atau beberapa bank agar dapat memiliki informasi yang lebih luas), lalu tanyakan ke pihak bank lokasi mana saja yang tersedia untuk KPR.  Cara ini dinilai praktis karena anda akan dapat langsung mengetahui lokasi mana saja yang tersedia KPR, barangkali lokasi tersebut ada yang menjadi incaran anda selama ini.
  2. Gali informasi melalui internet, koran, atau survey ke lokasi secara langsung. Cara ini efektif untuk mengetahui langsung target lokasi yang anda inginkan. Hanya saja kelemahan cara ini adalah memiliki biaya tinggi dan upaya ekstra karena anda harus berkeliling atau menggali dari media masa.

Kumpulkan Informasi sebaik mungkin dari Sumber Informasi Yang Kredibel

Setelah properti atau rumah telah anda temukan dan terpilih, maka langkah selanjutnya anda harus menggali informasi lebih dalam tentang segala hal dari rumah atau properti tersebut. Beberapa poin penting yang bisa jadi acuan anda dalam menggali  informasi adalah sebagai berikut :
  1. Harga rumah
  2. Biaya tanda jadi
  3. Berapa besar uang mukanya
  4. Proses pembangunan rumah KPR
  5. Lama pembangunan
  6. Pastikan lokasi benar sesuai denah
  7. Tanyakan fasilitas yang tersedia
  8. Proses kredit KPR rumah

Lakukan Pembayaran Tanda Jadi

Pembayaran tanda jadi dilakukan setelah anda memastikan semuanya sesuai dengan harapan anda serta proses KPR nya juga tidak memberatkan. Pembayaran tanda jadi ini dimaksudkan agar tanah kavling atau rumah yang akan dibeli tidak dijual kembali oleh developer ke orang lain dan agar tidak mengalami kenaikan harga.

Setiap developer memiliki kebijakan berbeda-beda, ada developer yang tidak merubah kebijakan harga setelah tanda jadi, ada pula yang menganggap tanda jadi akan terhapus apabila calon pembeli urung melakukan pembelian, dan ada juga developer yang membebaskan tanpa batas waktu.

Bayar DP atau Uang Muka KPR

Setelah anda melakukan pemetaan lokasi dan membayar tanda jadi, selanjutnya anda membayar uang muka. Beberapa developer memiliki kebijakan bahwa tanda jadi merupakan bagian dari uang muka, sehingga dengan demikian anda hanya perlu menambahkan sisa dari kekurangan uang muka. Namun uang muka anda akan dikembalikan oleh developer apabila pengajuan KPR anda ke perbankan ditolak.

Siap Ajukan KPR ke Bank 

Ajukan kredit KPR anda ke Bank pilihan atau ke Bank yang menjadi mitra dengan developer. Jika anda mengurus KPR pada Bank mitra developer, maka pihak developer akan membantu anda dalam pengurusaannya hingga selesai, namun jika Bank tersebut adalah pilihan anda sendiri bukan mitra developer, maka anda akan mengurus semuanya sendiri tanpa dibantu oleh pihak developer.

Sebelum pengajuan kredit KPR, anda harus memperhatikan riwayat kredit anda dan istri (jika sudah menikah), hal ini akan berdampak pada lolos tidaknya pengajuan anda. Pengajuan kredit KPR sendiri dapat memakan waktu sampai 1 bulan, karena dalam waktu tersebut pihak Bank akan mensurvey lokasi, tempat anda bekerja, riwayat kredit di Bank Indonesia, gaji anda, dan kemampuan finansial anda.

Beberapa perbankan hanya memperbolehkan cicilan kredit maksimal 30% dari total penghasilan anda dalam sebulan, namun ada juga perbankan yang memperbolehkan cicilan maksimal 40% dari total pengahasilan.

Tahapan Pengajuan KPR

Agar anda dapat mengajukan kredit KPR dengan mudah dan lancar, pahami tahapan-tahapan pengajuan berikut ini :
  1. Pilih properti yang  ingin anda ajukan atau dibeli (rumah, ruko, rukan, office space, atau apartemen)  
  2. Lakukan simulasi agar anda mengetahui kemampuan finansial anda
  3. Pilih dan tentukan Bank tujuan
  4. Lengkapi form pemesanan properti
  5. Bayar Booking Fee atau tanda jadi
  6. Lakukan pelunasan uang muka
  7. Isi form pengajuan KPR dan siapkan dokumen persyaratan
  8. Analisa permohonan kredit dari pemohon
  9. Survey Appraisal dilakukan oleh Bank untuk menilai asset properti
  10. Akad kredit disetujui, lakukan akad kredit di notaris dan siapkan biaya administrasi dan biaya KPR
  11. Akad kredit tidak disetujui, seluruh permohonan dan biaya uang muka dikembalikan kepada pemohon
  12. Lakukan pembayaran cicilan setiap bulan sampai berakhir masa angsuran.

Syarat Pengajuan KPR

Untuk sekirangan kredit KPR yang anda ajukan  dapat terpenuhi, maka anda harus memenuhi persyaratan sebagaimana berikut:
  1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia
  2. Bagi karyawan tetap telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
  3. Bagi wiraswasta telah memiliki pengalaman usaha minimal selama 3 tahun
  4. Bagi profesional telah menjalani praktek minimal 2 tahun
  5. Usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun pada saat pengajuan KPR
  6. Untuk wilayah Jabodetabek, memiliki minimal penghasilan 6-8 juta perbulan

Dokumen Persyaratan 

1. Dokumen Persyaratan Bagi Karyawan
  • Form Aplikasi Kredit (disediakan Bank)
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah atau akta cerai
  • Pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi slip gaji terakhir dan surat keterangan penghasilan dari tempat bekerja
  • Fotokopi SK Pegawai Tetap
  • Fotokopi Tabungan atau Giro di bank minimal 3 bulan
  • Fotokopi SPT PPh 21
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi SHM/ SHGB dan IMB 

2. Dokumen Persyaratan Bagi Wiraswasta
  • Form Aplikasi Kredit (disediakan Bank)
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah atau akta cerai
  • Pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Tabungan atau Giro di bank minimal 3 bulan
  • Fotokopi SPT PPh 21
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan termasuk perubahannya, SIUP, TDP dan SITU
  • Fotokopi SHM/ SHGB dan IMB

3. Dokumen Persyaratan Bagi Profesional
  • Form Aplikasi Kredit (disediakan Bank)
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah atau akta cerai
  • Pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Tabungan atau Giro di bank minimal 3 bulan
  • Fotokopi SPT PPh 21
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi ijin praktek
  • Fotokopi SHM/ SHGB dan IMB

Biaya Yang Harus Dikeluarkan Saat Pengajuan KPR 

Berikut ini daftar biaya-biaya yang harus disiapkan sebelum pihak Bank mengucurkan pinjaman:
  1. Biaya Provisi Bank
  2. Biaya Administrasi
  3. Pajak Penjual
  4. Biaya Asuransi
  5. Biaya Appraisal atau biaya survey
  6. Pajak pembeli BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah Bangunan
  7. Biaya Notaris yang didalamnya juga termasuk biaya pengurusan sertifikat tanah, balik nama, akte jual beli, perjanjian kredit, akte pembebanan hak tanggungan (APHT) dan jasa notaris lainnya.

Jenis Properti KPR

Jenis Properti yang bisa menggunakan fasilitas Kredit KPR adalah :
  1. Apartemen
  2. Ruko
  3. Rukan
  4. Rumah
  5. Office Space
 

Tentang Bunga KPR

Dalam kredit KPR, terdapat dua jenis bunga yang menjadi kewajiban bagi pemohon, dan bunga tersebut harus dibayarkan setiap bulan bersama dengan pinjaman pokok selama masa angsuran. Beberapa jenis bunga KPR adalah sebagai berikut  ini:

Bunga Tetap (Fix Rate)

Fix Rate adalah bunga yang nilainya tetap  dari awal angsuran sampai akhir. Bunga jenis ini ditentukan pada saat pertama kali pembuatan akad kredit, dan nilainya tidak bisa diubah oleh kedua belah pihak. Keuntungan bagi pemohon dari bunga tetap ini adalah dapat diukur secara pasti besaran nilainya dan pembayaran angsuran setiap bulannya berjumlah tetap. Sebagai contoh, Bank ABCD menentukan Bunga Tetap untuk KPR rumah subsidi sebesar 7,5% per tahun. Maka nilainya dalam setahun hanya sebesar itu, meski nantinya ada perubahan suku bunga dari Bank Indonesia, bunga tetap ini tidak akan berubah.

Bunga Mengambang (Floating Rate)

Bunga mengambang atau Floating Rate adalah bunga kredit yang nilainya berubah sesuai kondisi pasar, dalam hal ini ditentukan oleh Bank Indonesia. Sehingga nilai dari bunga jenis ini akan sering mengalami perubahan.

Keuntungan dari bunga jenis ini adalah jika terjadi penurunan bunga dibandingkan bunga pada saat kredit dibuat, namun kelemahannya adalah disaat bunga KPR tersebut mengalami kenaikan, maka pengenaan bunga atas KPR anda juga turut naik.

Sehingga bunga jenis ini sulit diperhitungkan secara pasti, dan nilai angsurannya pun bisa berbeda antar KPR.