Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kata Mutiara Islam Untuk Kamu Para Santri Yang Sedang Menuntut Ilmu di Pondok Pesantren

Kata Mutiara Islam Santri

Benihkata.com - Menjalani pendidikan non formal di Pondok Pesantren memang menjadi idaman para orang tua yang menginginkan buah hatinya memiliki bekal ilmu agama yang cukup dalam mengarungi kerasnya dunia yang penuh dengan tipu muslihat duniawi ini. Tak ayal, meski sang buah hati diawal tidak mau mengikuti kehendak orang tua, namun demi masa depan dan restu mereka melakukannya.

Meski begitu, sang buah hati kelak akan mengetahui betapa sayangnya orang tua yang memondokkan mereka dikala usia muda, dan dapat terjaga nanti setelah keluar dari pondok dan menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Dalam keseharian para santri, terdapat banyak sekali aktifitas mengaji dan diskusi ilmu-ilmu agama, dan juga terdapat aturan yang sangat ketat yang telah ditetapkan oleh para pengurus pondok. Tentu hal ini bukan tidak memiliki tujuan, tetapi mendidik santri untuk lurus dan tidak boleh lirik kanan lirik kiri sehingga membuat hati dapat tergoda.

Beberapa santri yang menyukai dunia pesantren juga merasa bahwa dirinya adalah santri sejati, tidak ingin lepas dari pondok karena berbagai hal, terutama ingin mendapatkan barokahnya Kiai.

Beragamnya kehidupan para santri tersebut, membuat banyak sekali pelajaran-pelajaran tentang kehidupan dan proses menuntut ilmu yang disajikan dalam kata mutiara islam santri seperti berikut ini.

Kata Mutiara Islam Untuk Para Santri

1. Jangan remehkan kami para santri, karena ketika kami jadi menantu bapak, kami bisa memimpin sholat dan tahlil

2. Ada banyak santri yang mendambakan dapat bertemu kiai nya, meski terkadang itu hanya seperti mimpi

3. Bagi kami, kiai adalah panutan dan segala yang dikatakan Kiai adalah mutiara dan perintah

4. Makan ala santri memang terlihat jorok dan sampah, tapi makan tanpa kebersamaan itu lebih buruk dan jorok dibanding sampah

5. Sukanya nyanyi tapi alergi ngaji, tapi karaoke bayar mahal dilakukan, padahal ngaji gratis dapat pahala dan surga aja enggak mau

6. Sabar itu berat, karena hadiahnya adalah surga, coba kalau gampang, pasti hadiahnya sabun cuci

7. Jangan kau hiraukan seruan sholat, jika engkau tak ingin dihiraukan Allah SWT di hari kiamat

8. Seberapa istimewa Allah SWT di hati mereka, seperti mereka yang menghiraukan panggilan adzan sholat

9. Bagi kami, masjid tidak hanya untuk sholat dan beribadah, tapi juga sebagai tempat tidur terutama di serambinya

10. Hafalan itu makanan kami sehari-hari, jadi jangan tanyakan kemampuan ingatan kami

11. Jangankan 1000 nadzom alfiah aku hafalkan, restu orang tuamu akan ku perjuangkan

12. Tidak ada hal yang paling istimewa, selain namamu disebut dan dipanggil oleh Kiai

13. Salah satu ujian sabar terberat di pondok adalah saat antri mau mandi

14. Salah satu tanda diterimanya seseorang sebagai santri di sebuah pondok sebelum ia meraskaan sakit gatal-gatal

15. Jika kamu ingin mendapatkan sesuatu, belajarlah untuk mudah  memberi, namun jika kamu inginkan kebahagiaan, berilah orang lain kebahagiaan terlebih dahulu

16. Kita akan merindukan kebersamaan daalam makan dan hafalan

17. Bagi kami, perintah Kiai tidak boleh ditolak, meskipun terdengar aneh

18. Belajar di pondok itu memang sangat melelahkan, tapi akan lebih lelah saat tua nanti kita tak memiliki ilmu untuk beribadah

19. Hanya orang-orang yang ikhlas lah yang tidak akan dapat diganggu oleh syetan

20. Kiai berpesan, jadilah orang yang bermanfaat, meski kamu hanya bisa memimpin bacaan Yasiin dan tahlil